Minggu, 24 Maret 2019

Puisi, Oujaha: Ku Tepuk MokoKu dan Menari Lego-lego


(Foto: HCO tampil dengan balutan motif Alor NT)
KALABAHI | Dalam puisi, perempuan penerus Alor Surga di Timur Matahari, Halena Chintika Oujaha, mengungkapkan perasaan; kecintaanya terhadap Pulau Seribu Moko dan Negeri Adat berfilosofi tarian Lego-lego.  

Perempuan kelahiran kupang 12 maret 2000 yang kini berstatus sebagai mahasiswi semester II, jurusan akuntansi di Universitas Kristen Artha Wacana, melahirkan puisi perdananya ketika disuru seniornya membuat sebuah puisi dari kampung asalnya, Kalabahi Alor, disaat masa bimbingan mahasiswa di Kampus.

Berikut ini, karya; Halena Chintika Oujaha tentang Alor yang telah dikemas sedemikian rupa menjadi sebuah puisi yang katanya, “Kalau baca, serasa seperti di Alor, meskipun saya sedang di Kupang,” perciknya. 

*Demikian bunyinya; 

Alor..!!
Embun pagi, embun malam. Dera angin timur menutur pada senja,
cerita ringan tentang arus di Alor Kecil. Dentum gong membela kesunyian gunung, mengimbangi nyanyian Burung. Harum bunga cengkeh dibulan Maret, pertanda musim panas akan datang.

Lari.....!! 
Aku berlari menggapai puncak Talopu, menjumpai awan putih dan Elang hitam penjaga gunung
Layang. Layang pandangku melayang melewati bukit Kolaka dan mencapai Teluk Mutiara, melihat kapal saudagar luar yang datang.

Ku tepuk Mokoku dan menari Lego-lego sebagai hormat ku pada penjaga bumi di awal musim. Bersama sarung yang membalut kulit dan giring kaki kujadikan ajakan pada semesta dan saudara sekampung. Untuk mengucap syukur atas tanah kelahiranku permai, penuh berkat,  Alor..!!😌


(*DanilTakpala)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar