Rabu, 27 Maret 2019

DORAEMON: WANITA MEMANG PENAKLUK HATI


Mereka mengajak dan memahami Karakter si Doraemon ini. Singkat cerita para kaum hawa kebawa perasaan dimana mereka telah mendahului menyaksikan serial tersebut. Seusainya, mereka mulai menakluk hati para lelaki.

Serial animasi yang tanpa disadari,
Setia menemani masa kecil hingga sekarang ini meski banyak berpusat pada kegiatan Doraemon dan Nobita sebagai tokoh utamanya, kehadiran teman-teman mereka juga membuat serial animasi ini semakin menarik. 

Hal yang membuat animasi Doraemon sangat melekat di hati mereka sampai melulukan hati para lelaki adalah banyaknya nilai positif yang bisa kita ambil. Karakter Doraemon memiliki sifat yang patut dicontoh oleh kita, baik orang dewasa maupun anak-anak.

Doraemon dikenal selalu siap menolong dan tidak pernah kehabisan akal. 

Robot kucing berwarna biru kesayangan para kaum hawa ini serasa tidak pernah kehabisan ide untuk menolong Nobita yang sering dilanda kemalangan. 

Dengan peralatan ajaibnya, Doraemon dapat menyelesaikan banyak permasalahan, meskipun terkadang malah jadi kacau di akhir.

Doraemon juga selalu siap menolong siapapun yang dalam kesulitan. Tidak hanya Nobita yang ditolong, makanya Doraemon sangat disukai oleh orang-orang di sekelilingnya.

Dalam kehidupan nyata, memiliki teman seperti Doremon tentu sangat menyenangkan dan membuat hari-hari kita lebih seru. 

Doraemon juga bijak sehingga rasanya sangat nyaman untuk dijadikan tempat curhat. 

Buktinya? 

Tanyakan saja pada dirimu jika perna jadi Nobita yang selalu curhat ke Doraemon setiap kali dilanda musibah.

#Reflektif_ 


(Red-DT)

Senin, 25 Maret 2019

Jalan Takpala Dibuka, Selamat Datang di Kampung Tradisional

(Foto: Ritual Adat Tumbuk Padi/Gabah di Takpala)
TAKPALA | KALABAHI - Kampung Tradisional Takpala, Alor NTT yang gencar dikunjungi wisatawan dalam maupun luar negeri karena keunikannya dalam mempertahankan budaya para leluhur, sempat terhenti akibat pemalangan jalan yang dilakukan ketua Sanggar pada awal bulan Maret 2019.

Proses pemalangan akibat salah pengertian antara ketua dan anggota groupnya itu berakir damai melalaui mediasi pada Minggu, 17 Maret 2019. “Selamat datang di Kampung Tradisional Takpala,”

Media ini menginformasikan bahwa Jalan telah dibuka kembali. Sampai pada kondisi, Senin, (25/3/19), Sejumlah Wisatawan Asing dari mancanegara berdatangan untuk menyaksikan ritual adat disana.

Seperti Apa?, Baca pembritaan kunjungan wisatawan Asing di Website Indonesia1.News.

(*Red-Danil)




Minggu, 24 Maret 2019

Puisi, Oujaha: Ku Tepuk MokoKu dan Menari Lego-lego


(Foto: HCO tampil dengan balutan motif Alor NT)
KALABAHI | Dalam puisi, perempuan penerus Alor Surga di Timur Matahari, Halena Chintika Oujaha, mengungkapkan perasaan; kecintaanya terhadap Pulau Seribu Moko dan Negeri Adat berfilosofi tarian Lego-lego.  

Perempuan kelahiran kupang 12 maret 2000 yang kini berstatus sebagai mahasiswi semester II, jurusan akuntansi di Universitas Kristen Artha Wacana, melahirkan puisi perdananya ketika disuru seniornya membuat sebuah puisi dari kampung asalnya, Kalabahi Alor, disaat masa bimbingan mahasiswa di Kampus.

Berikut ini, karya; Halena Chintika Oujaha tentang Alor yang telah dikemas sedemikian rupa menjadi sebuah puisi yang katanya, “Kalau baca, serasa seperti di Alor, meskipun saya sedang di Kupang,” perciknya. 

*Demikian bunyinya; 

Alor..!!
Embun pagi, embun malam. Dera angin timur menutur pada senja,
cerita ringan tentang arus di Alor Kecil. Dentum gong membela kesunyian gunung, mengimbangi nyanyian Burung. Harum bunga cengkeh dibulan Maret, pertanda musim panas akan datang.

Lari.....!! 
Aku berlari menggapai puncak Talopu, menjumpai awan putih dan Elang hitam penjaga gunung
Layang. Layang pandangku melayang melewati bukit Kolaka dan mencapai Teluk Mutiara, melihat kapal saudagar luar yang datang.

Ku tepuk Mokoku dan menari Lego-lego sebagai hormat ku pada penjaga bumi di awal musim. Bersama sarung yang membalut kulit dan giring kaki kujadikan ajakan pada semesta dan saudara sekampung. Untuk mengucap syukur atas tanah kelahiranku permai, penuh berkat,  Alor..!!😌


(*DanilTakpala)

Selasa, 19 Maret 2019

Menyukainya, Jangan Berubah Jadi Power Rangers

(FL tampil dengan salah satu tenun Motif Alor NTT)

JAKARTA | Dalam memperkenalakan eksotis Alor surga ditimur matahari lewat Medsos seperti Facebook, Instagram dan Group WhatsApp, rupanya ada yang diam-diam menyukai seseorang yang gencar melakukan itu.


Sebut saja ibu fisioterapi jebolan Universitas Esa Unggul Jakarta kelahiran Kalabahi Alor NTT, 1 Ferbruari 1995, Feronika La’a.


Melalui pesan singkat (Messenger), Rabu, 20 Maret 2019, dia mengungkapkan perasannya itu dengan berkata;


“Saya salah satu yang sangat menyukai postingan kakak,” katanya


Lagi, “Iya Kak, tetap seperti ini Explore budaya dan wisata trus. Jangan berubah jadi power rangers,” imbuhnya disertai kutipan ❤️✌️🙏


Dijelaskan Feronika, Power Rangers merupakan sebuah serial televisi yang dapat berubah wujud kapan saja. Diharapkan itu tidak terjadi pada pria kesukaannya itu.


Lantas apa yang diharapkannya?, hanya dengan mencintai kearifan lokal. Tanya Feronika, siapa yang mau. “Itu semua hanya butuh kesedaran saja,” perciknya


Kesadaran yang dimaksudkan adalah mencintai budaya itu. Jika tanpa cinta, semua yang dilakukannya itu berakhir sia-sia. 


Note: 
*Mari Mememulai dengan tulisan sederhana. (*DT)

Sabtu, 16 Maret 2019

Bupati Djobo Didoakan Pendeta dan Pastor Sebelum Pelantikan

(Bupati Djobo didoakan)
KUPANG | Ibadah bersama Drs. Amon Djobo dan Imran Duru,S.Pd sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Alor terpilih didoakan sejumlah pendeta dan pastor untuk kelancaran proses pelantikan periode 2019-2024.

Peristiwa iman teraebut dilakukan satu hari sebelum pelantikan berlangsung di Hotel Sasando, Sabtu, 16 Maret 2019, malam.

Pelantikan akan dilakuan oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat, Minggu (17/3), tepat pukul 08.00 Waktu Indonesia Timur di Aula Fernandes Gedung Gubernur.

Usai pelantikan, pesta rakyat akan berlanjut di Millenium Ballroom pukul 10.00, WITA sampai selesai.

Dalam pesta Rakyat tersebut, akan menampilkan sejumlah nuasa budaya termasuk penampilan para the voices asal nusa kenari. 

(*Red)

Musisi Muda Asal Alor, Yopudara: Tetap Fokus dan Berdoa

Imanuel Yopudara (Io)

PENA.DANIL | KUPANG - Salah Satu musisi muda berbakat asal Kiralela, Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur, Imanuel Yopudara yang kini jadi buah bibir netisen untuk the next voice Indonesia setelah Andmesh Kamaleng di Rising Star mengatakan dirinya tetap fokus dan berdoa.


Dikatakan Yopudara bahwa saat ini belum terpikirkan untuk meninggalkan dunia musisi. 

Dia juga berterima kasih kepada Mario Klau dan Admesh Kamaleng yang telah menjadikan dirinya dikenal. Namun diakui bahwa dirinya terinspirasi dari para senior. 

Itu dikatakan laki-laki dengan nama sapaan "Io,” bahwa sejak 2004-2009 di Alor, ia mulai mengembangkan bakatanya saat bergabung dengan komunitas persekutuan siswa kristen yang diketuai oleh  Dance Dengak.
Kemudian 2009-2010, bakat muda kelahiran kalabahi, 9  februari 1992 ini pun mulai bergabung dengan Alexander Langkameng alias Bordjhu di komunitas tarik suara anak jalanan. Selanjutnya dengan musisi senior yang lain. 

Alumni Universitas Kristern Artha Wacana, Kupang ini makin mengkilau setelah bergabung dengan PSM Kampus dan mulai terbiasa bernyanyi ditempat-tempat umum. Apalagi usai wisudah (2015), dia fokus pada talentanya. 

Tidak heran, saat ditemui dikediamannya, asrama mahasiswa pemda Alor, Oesapa, kupang (25/2), dirinya sedang mempersiapkan diri untuk bernyanyi di salah satu tempat yang enggan disebutkan namanya.

(*Red)