![]() |
| (Roberth Jimy Lambila) |
PANA.DANIL | KUPANG - Koordinator Kejaksaan Tinggi Negeri Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Roberth Jimy Lambila.SH.MH menyebutkan hidup harus seperti burung Rajawali bukan Pipit.
Disampaikan Jimy saat menyampaikan ucapan selamat ulang tahun yang ke 40 kepada sahabatnya, Beny Mauko di Kupang, Minggu (17/2/19), malam.
“Burung Rajawali itu besar dan memiliki usia terpanjang didunia mencapai 70 tahun bukan seperti Pipit yang kecil. Akan tetapi untuk mencapai umur tersebut, Seekor Rajawali harus membuat keputusan besar pada umurnya yang ke 40” kata Jimy
Menurutnya, pada saat umur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruh menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dada, sayapnya pun menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal. Sehingga dapat menyulitkannya terbang.
“Saat itu, Sang Rajawali itu hanya punya 2 pilihan; Menunggu kematian atau menjalani proses transformasi,” imbuh Jimy
Dijelaskan Jimy, ketika Rajawali itu melakukan transformasi, ia harus berusaha keras terbang setinggi langit mencapai puncak dan bersarang ditepi jurang selama berproses
ia harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai terlepas dari mulutnya kemudian menunggu tumbuhnya paruh baru. Setelah tumbuh paruh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu per satu.
Sekitar bulan ke 6, bulu-bulu yang baru sudah tumbuh dan ia mulai dapat terbang kembali seperti sedia kala dengan paruh dan cakar baru, ia mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi.
“Apa yang mau kita ambil hari ini. Kakak Beny sudah 40 tahun. Apakah memilih pipit atau Rajawali,” tutup Jimy disambut tepuk tangan yang meriah
#InspiratifKehidupan
(*DanilTakpala)

